RSS
Quote

May inner peace be upon us all ~

 
Leave a comment

Posted by on November 24, 2019 in Labyrinth of Mind

 

Back to Blogging

Tengah malam sulit tidur, akhirnya buka-buka beberapa postingan dan komentar-komentar lama di blog. Geli sendiri karena rupanya ada suatu masa di mana saya sangat membuka diri di internet. Barangkali itu memang salah satu proses dalam hidup. Setidaknya sekarang mayoritas postingan yang saya pikir cukup pribadi sudah saya atur privat. Sedang postingan yang berisi tentang refleksi atau pendapat tentang sesuatu akan tetap saya unggah.

Setiap orang tentu punya batas dan tingkat kenyamanan masing-masing tentang sejauh mana mereka membuka diri di dunia maya. Meski sesungguhnya semua sosmed saya hening, di blog ini ada sekelumit kecil yang saya rasa bisa dibagikan.

Saya tidak yakin masih ada orang yang mau baca tulisan di blog. Di masa di mana sebagian besar orang lebih suka nonton vlog. Biarlah banjir informasi di dunia maya ini menenggelamkan tulisan saya. Biar ditemukan mereka yang memang menemukan jalannya ke sini.

 
Leave a comment

Posted by on February 23, 2021 in Labyrinth of Mind

 

meaningful interaction

Credit: Getty Images

Bagi introvert seperti saya, tidak penting punya teman banyak untuk hangout. Punya teman kurang dari 10 sudah cukup, selama terbangun komunikasi dan relasi yang otentik. Saat bertemu, kami biasanya akan mengobrol. Membicarakan hal-hal yang kami sama frekuensi. Ada kontak mata, ada anggukan – afirmasi, semacam ada obrolan yang sesungguhnya. Telepon genggam kami simpan. Jika memang perlu cek pesan dan agak lama, biasanya akan minta maaf karena itu sama dengan mengabaikan lawan bicara yang ada di depan mata sebentar, untuk fokus ke mereka yang ada di tempat jauh.

Penting untuk memilih dengan siapa kita menghabiskan waktu, terutama bagi saya yang introvert. Salah-salah, berinteraksi dengan orang lain bukannya membuat tercukupi secara emosional (emotionally fulfilled), malah jadi capek secara emosional (emotionally drained). Sesekali, ada semacam tuntutan sosial untuk datang di acara tertentu yang kadang berakhir menjadi semacam diadakan demi sebuah foto keren untuk dipajang di medsos. Saya sebetulnya sudah lupa rasanya hangout tapi kosong. Tapi kemudian semesta mengingatkan saya. Barangkali ini semacam pengingat agar lebih menghargai pertemanan yang otentik yang saya miliki.

Saya belum bisa memahami orang-orang yang mengundang teman untuk makan bersama, tapi kemudian malah sibuk dengan media sosialnya. Tidak ada obrolan yang berarti, Tidak bisa membangun komunikasi. Tidak ada empati. Kosong. Barangkali beberapa orang fokus menampilkan keasikan hangout demi status sosial di medsos. Bagi orang yang masih mencari identitas, barangkali eksis di media sosial terasa sangat penting karena belum bisa membangun kekuatan jati diri dari dalam. Semacam secara emosional masih sangat tergantung dari pengakuan/pujian orang lain, maka penting untuk mengumumkan sedang melakukan sesuatu yang dianggap keren. Tapi pada akhirnya, gagal menghargai teman yang hadir nyata di depan mata. Somehow, hal seperti ini terasa sangat dangkal (superficial) dan palsu. Seperti tidak ada ketulusan berteman, semua hanya demi status sosial. Do you get me?

 
Leave a comment

Posted by on February 20, 2021 in Labyrinth of Mind

 

self-education focus

Karena mobilitas terbatas selama pandemi, ada hal-hal selain kewajiban pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah. Melakukan hal-hal yang berguna untuk self-improvement daripada membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Selain baca buku-buku dari Amazon lewat Kindle dan nonton beberapa film yang thought provoking, setahun ke belakang saya sering menonton video-video edukasi atau Ted Talk di YouTube. Beberapa channel yang bagus untuk diikuti antara lain: TED, TED-Ed, Psych2Go, Big Think, dan Thought Cafe. Setelah sekira setahun selalu menonton dengan earphone, somehow telinga jadi nggak nyaman kelamaan pakai . Barangkali karena sudah berjam-jam memakai seharian. Apakah ada yang punya rekomendasi headset yang nyaman untuk dipakai lama?

 
Leave a comment

Posted by on February 17, 2021 in Labyrinth of Mind